Proyek Luar Kelas CB Agama : Wawancara


                                                                                                            
             




“Toleransi Beragama Menurut Tokoh Agama”



Identitas Kelompok:


NIM
Nama
Jabatan
2001612600
Ian Richard Jonathan
Ketua
2001592744
Sylvandi Ackley
Anggota
2001600494
Gallant Aprian Putra
Anggota





Kelas
LB62














HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL/LAPORAN AKHIR

Project Luar Kelas Character Building : Agama


1.
Judul Project
:
Toleransi Beragama
2
Lokasi Project
:
Gereja Maria Bunda Karmel
Bina Nusantara Syahdan
SMA Negeri
3
Kelompok target kegiatan
:
Tokoh agama
4.
Nama Anggota Kelompok
:
Ian Richard Jonathan
Sylvandi Ackley
Gallant Aprian Putra
5
Mata Kuliah
:
Character Building : Agama
6
Kelas
:
LB62
7.
Dosen
:
Agus Masrukhin







Jakarta, 14 Maret 2017

Mengetahui,




( .....................................................)
Dosen



Ketua Kelompok,




(....................................................)















BAB I


1.1. Latar belakang

Indonesia adalah negara hukum yang mewajibkan warga negaranya memilih satu dari 6 agama resmi yang ada di Indonesia. Dengan itu kita seharusnya bisa rukun satu sama lain. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari beragam agama. Kemajemukan yang ditandai dengan keanekaragaman agama itu mempunyai kecenderungan kuat terhadap identitas agama masing- masing dan berpotensi konflik. Indonesia merupakan salah satu contoh masyarakat yang multikultural. Multikultural masyarakat Indonesia tidak saja kerena keanekaragaman suku, budaya, bahasa, ras tapi juga dalam hal agama. Agama yang diakui oleh pemerintah Indonesia adalah agama islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Kong Hu Chu. Dari agama-agama tersebut adanya perbedaan agama yang dianut masing-masing masyarakat Indonesia. Dengan perbedaan tersebut apabila tidak terpelihara dengan baik bisa menimbulkan konflik antar umat beragama yang bertentangan dengan nilai dasar agama itu sendiri yang mengajarkan kepada kita kedamaian, hidup saling menghormati, dan saling tolong menolong.
Oleh karena itu, untuk mewujudkan kerukunan hidup antar umat beragama, kita harus mengetahui ajaran atau tujuan dari agama tersebut dengan mewawancarai beberapa tokoh agama sehingga kita semua menjadi tahu tentang agama yang satu dengan yang lain dan membuat kita dapat menciptakan kerukunan antar agama

1.2. Rumusan Masalah
1. Kurangnya pengetahuan mengenai ajaran agama yang lain sehingga beberapa orang masih menggangap ajaran agama lain itu tidak benar atau salah.
2. faktor lingkungan dan keadaan sekitar seperti teman,keluarga,guru atau orang lain, yang membuatnya menjadi membenci atau kurang menyenangi agama lain

A.   Tujuan
Dalam rangka ini kami ingin mewawancarai para petinggi agama tentang  “Peran Tokoh Agama Untuk Mewujudkan Kerukunan.” Kegiataan wawancara kami bertujuan untuk :
1.    Mengetahui Pandangan antar umat beragam bagaimana caranya agama saling bertoleransi
2.    Mengetahui cara agar kita sesama dapat saling bertoleransi
3.    Membuka wawasan lebih luas terkait pentingnya bertoleransi dalam perbedaan umat beragama
4.    Mengetahui ajaran ajaran dari sudut pandang agama yang lain


  

BAB II

Metode Kegiatan

Kelompok kami akan melakukan wawancara kepada beberapa tokoh agama yang berbeda. Wawancara ini kami membahas mengenai cara menciptakan kerukunan atau rasa toleransi antar umat agama yang berbeda. Waktu untuk melaksanakan kegiatan wawancara disesuaikan dengan jadwal para narasumber dan juga jadwal kelompok kami. Untuk itu kami pun akan melakukan survei terlebih dahulu pada lokasi tempat dan narasumber. Wawancara akan direkam dan akan disimpulkan dengan jawaban dari narasumber.

Berikut beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan kepada narasumber

1.    Apakah sikap toleransi agama sangat berpengaruh besar kepada kemajuan NKRI pada saat ini?
2.    Dalam agama anda apakah diajarkan toleransi pada agama lain?
3.    Bagaimana cara untuk menjaga kerukunan antar umat beragama?
4.    Apakah benar perselisihan serta konflik yang sering kali terjadi disebabkan oleh perseteruan dan perbedaan antar agama?
5.    Apa peran agama dalam memunculkan harmonisasi dalam lingkungan kerja?
6.    Jika memang agama mengajarkan hal toleransi mengapa di dalam agama itu sendiri ada timbul perpecahan dan perbedaan 





BAB III




Sebagai warga negara Indonesia kita memiliki kewajiban untuk menjaga dan merawat hubungan antar sesama  umat beragama. kita sebagai umat beragama perlu mendapatkan penjelasan atau pencerahan mengenai pengertian dan pembahasan masalah terkait agama - agama yang ada di Indonesia. Untuk mendapatkan jawaban mengenai pengertian dan masalah terkait dengan agama – agama yang ada di Indonesia, kami akan kelakukan wawancara ke beberapa tokoh agama yang mewakili agama – agama yang ada di Indonesia.

Dengan melakukan kegiatan wawancara terhadap beberapa tokoh agama, kami berharap mendapat penjelasan atau pencerahan tentang masalah toleransi di umat beragama yang ada di Indonesia, bagaimana kita sebagai umat beragama harus saling rukun dan saling membantu, serta pengadaptasian agama dengan budaya masyarakat di Indonesia.



BAB IV




Hari                             : Rabu, 18 Oktober 2017

Lokasi                        : Gereja Bunda Maria Karmel

Peserta Pertemuan 1          :

Ian Richard Jonathan
Gallant Aprian Putra
Sylvandi Ackley

Deksripsi Kegiatan:

Rabu, 18 Oktober 2017 kami menuju ke Gereja Bunda Maria Karmel. Hari ini kami melakukan survey serta berkenalan dengan pengurus administrasi di Gereja tersebut. Jadi, sebelum kesini kami sudah bertanya via telepon apakah kami bisa melakukan kegiatan sosialisasi disini. Setelah di setujui oleh pengurus kami langsung menuju kesana dan melakukan survey.

Pertama kami mengenalkan diri kepada resepsionis dan menjelaskan apa yang akan kami lakukan kedepannya di sini.

Kemudian, kami menunggu respond dari pihak gereja untuk memberitahu kapan waktu yang tepat.

Kegiatan hari ini selesai dan kami hanya memberikan proposal kegiatan serta surat izin dari kampus untuk melakukan kegiatan di sini.



Hari                             : Kamis, 19 Oktober 2017

Lokasi                        : Gereja Bunda Maria Karmel

Peserta Pertemuan 2          :

Ian Richard Jonathan
Gallant Aprian Putra
Sylvandi Ackley

Deksripsi Kegiatan:

Pada pertemuan kedua di Gereja Bunda Maria Karmel kami melakukan wawancara Bersama – sama dengan mahasiswa lain yang ingin melakukan tugas ini pada pukul 05.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB. Kami berkesempatan melakukan Wawancara ini dengan Romo Albertus Medianto. Beliau mengatakan bahwa tentu saja sikap toleransi beragama berpengaruh besar terhadap Indonesia karena Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya, dan kita harus mengutamakan kasih terhadap sesame untuk menjaga kerukunan antar umat beragama, kalua seperti konflik seperti sikap radikalisme ada karena kita tidak paham betul apa dasar agama kita, apa tujuan agama kita sendiri, dan memaksakan ajaran dan pikiran kita yang setengah- setengah kepada orang lain.

Setelah itu, kami mencatat apa yang dibicarakan pembicara dan melakukan foto bersama dengan pembicara tersebut.




Hari                             : Jumat, 20 Oktober 2017

Lokasi                        : Syahdan

Peserta Pertemuan 3          :

Ian Richard Jonathan
Gallant Aprian Putra
Sylvandi Ackley

Deksripsi Kegiatan:

Hari ini kami melakukan wawancara kepada perwakilan dari UKM Kerohanian KMBD bernama bapak Andreas Pratama, pada pukul 12.00 sampai dengan jam 01.00 sebelum bertemu beliau kami sudah membuat janji dengan salah satu pihak KMBD untuk meminta melakukan wawancara dengan bapak Andreas Pratama. Beliau mengatakan bahwa dalam Buddha hal utama yang harus dijaga adalah kasih dan kebijaksanaan, mencintai diri sendiri dan mencintai orang lain, sehingga jika menerapkan hal ini kita bisa menghilangkan kebencian, ketamakan, dan kegelapan batin.

Setelah itu, kami mencatat apa yang dibicarakan dan melakukan foto Bersama.




Hari                             : Jumat, 15 Desember 2017

Lokasi                        : SMAN 78 Jakarta

Peserta Pertemuan 4          :

Gallant Aprian Putra

Deksripsi Kegiatan:

Pada hari ini, dilakukan wawancara kepada pembicara di pada pukul 12.30 sampai pukul 02.30 siang. Kami bertemu dengan Bapak  M. Banta Khairullah, Lc., MA sebelum bertemu kami sudah bertanya kepada salah satu kelompok lain yang kebetulan juga mewawancarai bapak Banta sebagai narasumber untuk tokoh muslim, setelah itu kami bertemu dan berbicara tentang agama-agama menurut pertanyaan kami. Menurut Bapak Banta untuk menjaga kerukunan antar umat beragama yaitu menguatkan dam memahami dasar dan ajaran yang ada di dalam agama. Setelah itu kami mencatat pada kertas dan menyimpan data wawancara tersebut.


Hari                             : Sabtu 16 Desember 2017

Lokasi                        : Syahdan

Peserta Pertemuan 5          :

Ian Richard Jonathan
Gallant Aprian Putra
Sylvandi Ackley

Deksripsi Kegiatan:

Hari ini kami berkumpul untuk membahas hasil evaluasi dan pembuatan laporan tahap akhir untuk kegiatan wawancara ini.





BAB V




Kegiatan wawancara terhadap tokoh agama ini memberikan kami suatu kesimpulan bahwa setiap agama tidak ada yang mengajarkan keburukan, setiap agama mengajarkan kepada kita segala hal yang baik, termasuk toleransi. Karena setiap agama mengajarkan kita kasih, kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama umat manusia.
Karena itu ada baiknya kita lebih memahami ajaran agama dan dasar agama kita masing – masing dan intospeksi kepada diri kita,bahwa kita harus saling memahami dan mengasihi orang lain yang berbeda dari kita.
Tinggal sikap dari kita dan keputusan kita, maukah kita memahami lebih dalam tujuan kasih agama tersebut dan menerima ajaran toleransi tersebut atau menutup pikiran kita dan melihat hanya dari satu sisi dan mengasihi hanya kepada orang orang tertentu.           


Kegiatan kegamaan ini dengan tema toleransi antar beragama kami lakukan karena kami ingin mengetahui, dimana kah titik permasalahan sampai bisa terjadinya sikap intoleran. Dan kami juga menyadari bahwa Indonesia mempunyai ragam budaya, suku, dan agama, jika ada suatu gesekan dan berkelanjutan dengan kondisi masyarakat yang intoleran seperti itu mereka bisa saja melakukan aktivitas intoleran dengan mengatas namakan agama dan yang paling bahaya bisa menyebabkan kehancuran negara Indonesia dan hilangnya Pancasila. Sehingga kami disini sekali lagi ingin membuktikan apakah di dalam agama tersebut memang ada ajaran seperti itu atau tidak, atau sebenarnya agama malah mengajarkan sikap toleransi pada manusia. Dan nyatanya setelah kami lakukan dengan wawancara terhadap tokoh agama dari tiga perwakilan agama di Indonesia yaitu Katolik, Buddha, dan Islam, bahwa masing – masing dari agama tersebut mengajarkan adanya toleransi, kami pun dengan ini siap menyebarkan dan memberitahu informasi yang kami dapat ini, dan tentu saja juga coba menerapkan kedalam lingkup kehidupan sehari hari, mulai dari sekitar sampai ke daerah yang lain.





 Lampiran Foto dan link video:







Komentar